Pages

Saturday, August 25, 2012

Be Nosy

Mungkin kalo denger kata NOSY banyak dari kita yang keningnya berkerut. Paling yang ada di benak kita adalah : Idung (nose). Tapi kalo ada yang bilang kata KEPO, pasti hampir semua orang paham. Kalo kata anak jaman sekarang beserta cengkok gaulnya : "Heyaeyalahhhhhhh tauuu. Guweehh getoohhh."
Btw, one thing yang mungkin gak banyak anak jaman sekarang tau; NOSY dan KEPO punya arti yang sama, yaitu orang-orang yang pengen tahu alias penasaran. Bedanya, NOSY itu bahasa inggris, KEPO(kaypoh) itu bahasa Cina.

NOSY dan KEPO sama2 punya arti yang di konotasikan negatif. Karena menjurus pada keingintahuan akan urusan orang lain. Gue pribadi dari kecil udah dijuluki NOSY, karena 2 kata pertama yang gue ucapkan begitu bisa ngomong adalah "APA SIH". Yeah that's f***ed up rite? Dan sampe sekarang i still use that 2 words A LOT. (Gue sangat penasaran dengan hal-hal yang menurut gue menarik. Tapi untuk hal2 diluar interest gue, i totally don't give a damn.)

Menurut seorang bule yang gue kenal, "Indonesian are the nosiest people i've ever met." kata dia waktu itu. Dia sangat heran kenapa orang kita seneng banget nanya "where are u going?", "are you alone?", "can i have your facebook account?", "can i get your twitter name?", "are u married?", dan yang paling bikin dia shock kita bahkan berani nanya PIN BB.
Ternyata buat kebanyakan orang bule, pertanyaan2 di atas itu bersifat sangat private. Sementara buat kita itu budaya basa basi yang sangat common. Jadi bisa dipastikan budaya kita sendiri sudah menyelipkan unsur 'nosy'/'kepo' secara sadar/tidak. Waktu gue jelasin ke si bule kalo itu hanya cara kita untuk basa basi, si bule jawab , "In my country, that is how rapist do the small talk." HA!!

Tapi terlepas dari semua kenegatifan itu, ada sebuah tulisan menarik dari Richard St. John, bahwa salah satu sifat untuk sukses adalah NOSY/KEPO.
Menurut apa yang Richard tulis, orang yang sukses adalah orang2 yang selalu penasaran dan ingin tahu akan segala hal. Namun NOSY/KEPO yang bermanfaat adalah yang dilakukan dengan berlandaskan niat untuk mendapatkan ide. Bukan cuma asal penasaran aja.

Gue akuin emang butuh latihan keras untuk jadi Nosy people yang bijaksana alias pinter milih2 bahan kepoan. Sementara misalnya headline portal berita "Aurel Ogah Galau" aja gak mungkin gak gue klik buat bahan cibiran. Ya begitulah. Memang menjadi lebih baik itu butuh proses.
Harus pinter memilih antara kepoin twitter Aurel atau Mario Teguh.

Jadi kesimpulannya : If it's for feeding your responsible curiosity, BE NOSY!

No comments:

There was an error in this gadget

Image to HTML